isal's Blog v2.0

Remember: The Future Depends on What You DO TODAY!

Rasa Malas dan Cara Mengatasinya

with 51 comments

Waduh libur dua hari kok jadi males gini. Hari minggu malesnya minta ampun, tadinya mau nerusin oprek coding (situs toko buku) ehh kok males ya. Jam sudah menunjukkan pukul 23.00. Konsisi rumah sunyi senyap. Anak-istri dah pada tidur. Gak tahu kenape kok jadi males dan dikit kesepian.. Untung ada om google, googling sana-sini pake kata kunci “obat males”, nah dapet neh. Jadi punya sedikit motivasi lagi…seger juga abis baca ini. Kesimpulannya : “Jika kita lunak di dalam (berleha-leha), maka dunia luar akan keras kepada kita. Tapi jika kita keras di dalam (disiplin), maka dunia luar akan lunak kepada kita” . Ah masih perlu latihan neh pepatah dari mas Adrie Wongso ini. Any way artikelnya moga bermanfaat.

~0~

Malas adalah penyakit mental. Siapa dihinggapi rasa malas, sukses
pasti jauh dari gapaian.

Rasa malas diartikan sebagai keengganan seseorang untuk melakukan
sesuatu yang seharusnya atau sebaiknya dia lakukan. Masuk dalam
keluarga besar rasa malas adalah menolak tugas, tidak disiplin, tidak
tekun, rasa sungkan, suka menunda sesuatu, mengalihkan diri dari
kewajiban, dll. Jika keluarga besar dari rasa malas ini mudah sekali
muncul dalam aktivitas sehari-hari kita, maka dijamin kinerja kita
akan jauh menurun. Bahkan bisa jadi kita tidak pernah bisa mencapai
sesuatu yang lebih baik sebagaimana yang kita inginkan.

Rasa malas sejatinya merupakan sejenis penyakit mental. Mengapa
disebut penyakit mental? Disebut demikian karena akibat buruk dari
rasa malas memang sangat merugikan. Siapa pun yang dihinggapi rasa
malas akan kacau kinerjanya dan ini jelas-jelas sangat merugikan.
Sukses dalam karir, bisnis, dan kehidupan umumnya tidak pernah datang
pada orang yang malas. Masyarakat yang dipenuhi oleh individu-
individu yang malas tidak jelas tidak akan pernah maju.

Rasa malas juga menggambarkan hilangnya motivasi seseorang untuk
melakukan pekerjaan atau apa yang sesungguhnya dia inginkan. Rasa
malas jenis yang satu ini relatif lebih bisa ditanggulangi. Nah,
bagaimana cara mengatasinya? Berikut kiat-kiatnya:

1. Membuat Tujuan
Orang yang malas biasanya tidak memiliki motivasi untuk berkembang ke
arah kehidupan yang lebih baik. Sementara orang yang tidak memiliki
motivasi biasanya tidak memiliki tujuan-tujuan hidup yang pantas dan
layak untuk diraih. Dan orang yang tidak memiliki tujuan-tujuan
hidup, biasanya sangat jarang bahkan mungkin tidak pernah menuliskan
resolusi atau komitmen-komitmen pencapaian hidup.

Di sinilah pangkal persoalannya. Tanpa tujuan, resolusi, atau
komitmen-komitmen pencapaian hidup, maka seseorang hanya bergerak
secara naluriah dan sangat rentan diombang-ambingkan situasi di
sekelilingnya. Posisi seperti ini membuatnya menjadi pasif, menunggu,
tergantung pada situasi, dan cenderung menyerah pada nasib. Dalam
keadaan seperti ini, tidak akan ada motivasi untuk meraih atau
mencapai sesuatu. Tidak adanya sumber-sumber motivasi hidup
menyebabkan kemalasan.

Supaya motivasi muncul, seseorang harus berani memutuskan tujuan-
tujuan hidupnya. Menurut Andrias Harefa dalam bukunya Agenda Refleksi
dan Tindakan Untuk Hidup Yang Lebih Baik (GPU, 2004), dia harus
membuat komitmen atas apa saja yang ingin diselesaikan, dicapai,
dimiliki, dilakukan, dan dinikmati (disingkat secamilanik). Contoh
komitmen; “pada ulang tahun yang ke …. saya sudah harus
menyelesaikan buku yang saya tulis, meraih promosi pekerjaan,
mencapai gelar S-3, memiliki rumah dan mobil, melakukan sejumlah
kunjungan ke mancanegara, dan menikmati kebahagiaan bersama
keluarga.”

2. Mengasah Kemampuan
Orang yang memiliki tujuan-tujuan hidup yang pasti, membuat resolusi
dan komitmen-komitmen pencapaian biasanya memiliki motivasi tinggi.
Tetapi tujuan yang samar-samar jelas tidak memberikan dampak
motivasional yang signifikan. Nah, akan lebih baik lagi jika tujuan-
tujuan dilengkapi dengan aktivitas-aktivitas pembelajaran, seperti
mencari cara-cara yang efisien dan efektif untuk mencapai tujuan-
tujuan tersebut. Kita juga perlu sekali mengasah kemampuan atau
ketrampilan-ketrampilan supaya langkah-langkah yang diambil itu akan
membawa kita pada pencapaian tujuan secara efektif dan efisien.

Contoh; jika pada tahun yang sudah ditargetkan kita ingin menjadi
konsultan, maka sejak sekarang aktivitas-aktivitas kita sudah harus
difokuskan ke arah tujuan tersebut. Kita harus terus mengasah
kemampuan mendiagnosa masalah, menemukan penyebab, menganalisis,
mengkomunikasikan gagasan, menawarkan solusi, dan memperbaiki
kemampuan presentasi.

Jika aktivitas-aktivitas pembelajaran itu dilakukan secara konsisten
dan dengan komitmen sepenuhnya, maka kita telah berada di jalur yang
benar. Aktivitas-aktivitas pembelajaran akan menempatkan kita pada
posisi dan lingkungan yang dinamis. Kemampuan kita dalam menghadapi
dan menyelesaikan masalah juga akan meningkat. Dengan sendirinya ini
akan semakin memperkuat rasa percaya diri kita, menebalkan komitmen
pencapaian tujuan, dan tentu saja menumbuhkan semangat.

Sebaliknya, jika kita sama sekali menolak aktivitas-aktivitas
pembelajaran, komitmen akan semakin melemah, semangat turun, dan
kemalasan akan datang dengan cepat. Pada titik ini, tujuan-tujuan,
resolusi atau komitmen yang sudah kita buat sudah tidak memiliki arti
lagi. Sayang sekali.

3. Pergaulan Dinamis
Para pemenang berkumpul dengan sesama pemenang, sementara para
pecundang cenderung berkumpul dengan sesama pecundang. Ungkapan
tersebut mengandung kebenaran. Sulit sekali bagi seorang pemalas
untuk hidup di lingkungan para pemenang. Sulit bagi orang malas untuk
berada secara nyaman di tengah-tengah orang yang sangat optimis,
sibuk, giat bekerja, dan bersemangat mengejar prestasi. Demikian
sebaliknya. Sulit sekali bagi para high achiever untuk betah berlama-
lama dengan para orang malas dan pesimistik.

Situasi atau lingkungan di mana kita berada sungguh ada pengaruhnya.
Orang yang mulai dihinggapi rasa malas sangat dianjurkan agar
menjauhi mereka yang juga mulai diserang kebosanan, putus asa, rasa
enggan, apalagi negative thinking. Sepintas, berkeluh kesah dengan
mereka dengan orang-orang seperti itu dapat melegakan hati. Ada
semacam rasa pelepasan dari belenggu psikologis. Walau demikian,
dalam situasi malas sedang menyerang, mendekati orang-orang yang
sedang down sama sekali tidak menolong satu sama lain. Rasa malas dan
kebuntuan justru bisa tambah menjadi-jadi. Ini bisa menjerumuskan
masing-masing pihak pada pesimisme, keputusasaan, dan kemalasan
total.

Jika rasa malas mulai menyerbu kita, jangan berlama-lama duduk
berdiam diri. Cara paling ampuh menghilangkan kemalasan adalah
bangkit berdiri dan menghampiri orang-orang yang sedang tekun dan
bersemangat melakukan sesuatu. Dekati mereka yang sedang bekerja
keras untuk meraih impian-impiannya. Manusia-manusia optimis, self-
motivated, punya ambisi, positive thinking, dan memiliki tujuan hidup
pasti, umumnya memancarkan aura positif kepada apa pun dan siapa pun
di sekelilingnya. Pancaran optimisme dan semangat itulah yang bisa
menginspirasi orang lain, bahkan menularkan semangat yang sama
sehingga orang lain jadi ikut tergerak.

4. Disiplin Diri
Ada sebuah ungkapan yang sangat dalam maknanya dari Andrie Wongso,
Motivator No.1 Indonesia, yang bunyinya; “Jika kita lunak di dalam,
maka dunia luar akan keras kepada kita. Tapi jika kita keras di
dalam, maka dunia luar akan lunak kepada kita”
. Kata-kata mutiara
yang luar biasa ini menegaskan, bahwa jika kita mau bersikap keras
pada diri sendiri, dalam arti menempa rasa disiplin dalam berbagai
hal, maka banyak hal akan bisa kita kerjakan dengan baik. Sikap keras
pada diri sendiri atau disiplin itulah yang umumnya membawa
kesuksesan bagi karir para olahragawan dan pekerja profesional yang
memang menuntut sikap disiplin dalam banyak hal. Bayangkan, bagaimana
seorang atlet bisa menjadi juara jika dia tidak disiplin berlatih?
Bagaimana mungkin ada pekerja profesional yang bagus karirnya jika
dia sering mangkir atau bolos kerja?

Sebaliknya, jika kita terlalu lunak atau memanjakan diri sendiri,
memelihara kemalasan, mentolerir kinerja buruk, tidak merasa bersalah
jika lalai atau gagal dalam tugas, maka dunia luar akan sangat tidak
bersahabat. Olahragawan yang manja pasti tidak akan pernah jadi
juara. Seorang sales yang malas tidak akan pernah besar penjualannya.
Seorang konsultan yang menolerir kinerja buruk pasti ditinggalkan
kliennya. Dan pekerja yang tidak disiplin pasti mudah jadi sasaran
PHK. Jika kita lunak pada diri sendiri, maka dunia akan keras pada
kita.

Rasa malas jelas merugikan. Obat mujarabnya adalah menumbuhkan
kebiasaan mendisiplinkan diri dan menjaga kebiasaan positif tersebut.

Sekalipun seseorang memiliki cita-cita atau impian yang besar, jika
kemalasannya mudah muncul, maka cita-cita atau impian besar itu akan
tetap tinggal di alam impian. Jadi, kalau Anda ingin sukses, jangan
mempermudah munculnya rasa malas.

Sumber: Rasa Malas dan Cara Mengatasinya oleh Edy Zaqeus. Edy Zaqeus
telah menelorkan buku “Kontekstualisasi Ajaran I Ching” (Grasindo,
2004), dan dua buku lainnya yaitu “Kalau Mau Kaya Ngapain Sekolah”
(Gradien, 2004), dan “Resep Cespleng Berwirausaha” (Gradien, 2004).

About these ads

Written by isal

8 October 2007 at 13:31

Posted in Obrolan, Power

Tagged with ,

51 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Bangun lebih awal sebelum subuh setidaknya akan mengatasi rasa malas di hari itu…

    Fakhrurrozy

    14 November 2007 at 13:42

    • setuju banget… bangun subuh salah satu obat malas yang paling ampuh apalagi di iringi dengan berolahraga….

      nova becks

      25 February 2011 at 13:13

  2. mas Fakhrur.. saya ga yakin deh.. ada orang males yg sebelum subuh udah bangun :P

    haikal

    6 December 2007 at 08:30

  3. aduh gimana ya , tapi kadang kok masih sulit mengatasi rasa malas!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    nadirin

    10 January 2008 at 10:31

  4. susah bgt sih ngatasin rasa malas!!!

    echa

    26 March 2008 at 12:38

  5. makasih mas, berguna banget artikelnya.

    faisal

    30 March 2008 at 14:39

  6. Nadir n echa,kl msh mls dpaksa,berjuang klh kan hawa malas kmu…Kl ny prlu keliling kota jakarta 2 kali cukup untk ngilangin hawa malas kalian prcy deh :p

    Ray_der

    8 April 2008 at 00:21

  7. kayaknya malas muncul bila kita tidak menyukai aktivitas atau kerjaan tersebut… na gmn caranya spya kita suka… ya tarok yang enak2 yg manis2 x ya…

    Saiful Adi

    13 May 2008 at 12:59

  8. coba dech bermalas2an seharian full.. pasti males juga khan??? :D

    Silly

    2 June 2008 at 06:26

  9. rasa malas itu adalah setan yang asyik, jika berhasil mengalahkannya maka jadilah ia malaikat yang asyik.

    Dedi Azqia

    23 June 2008 at 15:47

  10. rasa malas jgn terlalu dipikirkan

    apabila kita sudah mengatakan malas

    maka dari 1 respon itu 3000x respon k otak akan malas

    kebayang bagaimana kalau kita mengatakan malas hingga

    beratus2 kali ?

    khairil

    3 August 2008 at 13:56

  11. duuuuuuuuuuuwwwwh…
    emg gbz ilang tu rasa malas!!!!!!!

    cha

    11 September 2008 at 21:23

  12. obat malasss ya rajinnn…..
    hehehhehehhehehehheehhehhehehehehe

    Lynda U Stefania N70

    27 October 2008 at 12:32

  13. Manx rugi bgt twch ranx mlez . . .
    but szah wat ngilanginny!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    ChooeCute

    31 October 2008 at 12:57

  14. wah, lumayan nih! jadi bisa nasihatin adekku yang pastinya males tiap kali pulang sekolah. ^_^

    Chicha

    3 November 2008 at 16:55

  15. orang yang malas tu orang yang kalah_________

    tea

    27 November 2008 at 16:01

  16. Malaz mah krn dah kbiasaan tuh,n dtmbh lg g da krjaan yg jls,so krjaannya nglamun doank n sukanya brkhayal yg g jelas jg,sungguh kasihan y…

    dickta

    15 January 2009 at 02:14

  17. gw benci bgt ama kata malaz :<

    edi

    17 January 2009 at 15:09

  18. Untuk melawan rasa malas terdapat empat tips singkat:

    1. Lawan rasa malas itu dan jadikan kegiatan yang dirasa malas itu sebagai sebuah kebiasaan.

    2. Ketika bangun pagi yakinkan diri ini untuk menghitung berapa banyak rahmat yang telah diberikan oleh Allah swt dan syukuri itu.

    3. Mulailah kegiatan dari sejak pagi hari karena Nabi Muhammad mendoakan umatnya yang sudah berusaha di pagi hari.

    4. Rutinkan untuk membaca doa berikut:

    Allahumma inni audzubika minal ajzi wal kasal wal jubni wal haromi wa audzubika min fitnatil mahya wal mamat wa audzubika min adzabil qobri.

    “Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat penakut dan kerentaan. Aku berlindung kepada-mu dari fitnah kehidupan dan kematian dan aku berlindung kepada-Mu dari adzab kubur”

    Jafar Soddik

    11 February 2009 at 16:45

    • Thank’s a lot ya, Jafar… sgt berguna sekali buatku…*^.^*

      mira

      8 June 2010 at 21:15

  19. thaxz dah bikin rasa malasku ilang . . .
    kirimi bua orang malas yang lagi kerjakan skipsi tak tunggu bos . . .

    Jenmuumed

    3 January 2010 at 18:31

  20. mlez..mlez..mlezzzz. . . . .obte sg pualing jitu apa.an yahhh???

    r_na

    30 January 2010 at 11:23

  21. kalo’ qta uda mencoba tpi rasa males tetap aja datang menghampara qta gmna????????

    rey

    10 February 2010 at 20:35

  22. Tpi gman ya crax ngatasi rasa malas makan??? Rasanya perut it kenyang terus.. Pdhal makan it smber energi..

    Laily M. K. Mastika

    22 March 2010 at 21:35

  23. pengen na rajin tapi klo gagal teruss…jadi males neh..gmn dunk?

    salsa

    26 April 2010 at 21:11

  24. pengen na rajin dan bersemangat but klo gagal teruss…. gmn dunk?

    salsa

    26 April 2010 at 21:13

  25. Q belum bisa merencanakan hidupku nanti bahkan Q juga belum punya tujuan hidup yang Q miliki sekarang impian??
    bagaiman solusinya apa yang harus saya lakukan??

    pratama

    4 June 2010 at 06:14

  26. wahhhh, mantap banget motivasi nya
    setidaknya masuk akal and dapat say aterima.insya allah tinggal saya lg yg menerapkannya

    munawir

    27 July 2010 at 12:24

  27. PEMALAS. Musuh terbesar untk menuju kesuksesan. Pemalas hny cukup dng impian dan angan-angan. .

    Sundirin

    17 September 2010 at 02:00

    • Setubuh dengan Anda. Pemalas merupakan penyakit jiwa yang sangat kronis. Mau ini males, mau itu males.. mau-nya enaknya doank.

      isal

      17 September 2010 at 08:52

  28. I like this artikel . Tanks gun

    Adi sunjaya

    30 September 2010 at 03:00

  29. kalau anda malas ingatlah pada ALLah yang menciptakan dunia

    zakki

    18 October 2010 at 07:55

  30. Rasa malas itu akan ilank, klo udah ada ksdaran utk gk nunda pkerjaan, dan menydari btapa waktu lbih brharga dr apapun, dengan wkt yg Qt bs manfaatkan bs m”hasilkan uang banyak, tp uang yg bnyak gk bs kmblikan wkt mski hanya 1 dtik.

    Aya

    10 November 2010 at 12:22

  31. Syetan dari kalangan jin, sangat suka sekali mengganggu manusia dengan berbagai cara, antara lain :

    Mengobok-obok hati orang agar, cepat emosi, pemarah, sehingga sering bertengkar, atau malas, penyedih, berbuat maksiat, bahkan menjadi ringan tangan suka memukul & mencuri.

    So be careful dan tetap sadar jika kamu mengalami hal di atas atau melihat orang lain spt itu.. KUNCI-NYA : TETAPLAH HAUS AKAN ILMU BAIK ILMU AGAMA MAUPUN DUNIA SERTA BANYAK BERGAUL DGN ORG-ORG YANG RAJIN/SHALEH. PASTI KITA TERMOTIVASI DAN TIDAK MALAS!

    Zaki

    12 November 2010 at 05:33

  32. Sepertinya memang hal pertama yang kita lakukan saat mengawali hari sangat berpengaruh ya, misal kalau bangun tidur langsung mandi, shalat, ngaji, kayaknya kita bakal ngrasa malas untuk malas

    m Aji

    28 November 2010 at 22:45

    • Betul sekali mas Aji. Awalan hari sangat menetukan sekali untuk memntukan hari itu kita semangat atau tidak.

      isal

      29 November 2010 at 09:16

  33. maleesss
    maleesssss hdup ga kan bermakna klo cm melesss
    bangkitlah kawan

    sonya

    10 January 2011 at 09:49

  34. ALLAHUMA PAKSAKEUNNN

    GEMBEL ELITE

    14 January 2011 at 22:13

  35. malas mempunyai beberapa faktor keadaan yg dibuat sendiri atau memikirkan klo ada masalah di dalam diri? malas di dalam keadaan menunggu yang tak pasti misalnya menunggu pekerjaan, menunggu kekayaan rejeki datang membawa perubahan, bagaimana cara mengatasi malas seperti itu?

    danang

    15 January 2011 at 12:07

  36. perlu pemaksaan diri neh…….

    may

    12 March 2011 at 08:47

  37. Malas memang kebutuhan primer manusi. . .
    BISMILLAHIRAHMANIRAHIM. . .
    N obtnya. .

    Dani djibal

    17 April 2011 at 10:43

  38. okeh thank! moga bermanfaat ma gua

    khairoel

    6 May 2011 at 22:28

  39. hMm.. . .. . . ,
    vivie biNguNG Nee. . . . . ,
    cEMua cArA udAH vivie LakuiN…..
    He . . . . :0
    vivie cLalu aja MaLez . . . . . .
    hex, , hex, ,
    he..he..25x

    vivi fatma dewi

    7 May 2011 at 14:22

  40. Kata rasul SAW:
    “Barang siapa yang bersungguh-sungguh, maka dia akan berhasil. Dan barangsiapa yang bersabar maka dia kaan beruntung”

    ina

    10 May 2011 at 08:20

  41. dari artikel diatas semoga bermanfaat bagi para pembacanya…. sakses selalu…

    gugun

    22 May 2011 at 13:42

  42. OBAT MALAS YANG PALING AMPUH,KASIH DUWIT AJA

    wijaya

    26 May 2011 at 07:57

  43. Malas musuh terbesar yg hingga sekarang msh sulit tuk di taklukan…

    Moch Iqbal

    21 June 2011 at 23:06

  44. malas harus di lawan,!! cntoh: kita tak akan merasa mengantuk, ika kita berlari cepat…..

    Suglend Arteta Hirata

    14 July 2011 at 18:58

  45. sipppz,,,,

    aripin

    11 November 2011 at 15:04

  46. ninggalin jejak dl br dbaca.ctrl+D dl gan.

    fajar

    18 December 2011 at 14:18

  47. […]   Kalau bicara soal pengertian malas, sebenarnya luas banget sih orientasi malas itu. Bisa juga rasa malas timbul karena tabiat/ kebiasaan seseorang yang cenderung bermalas-malasan, keadaan lingkungan juga berpengaruh terhadap mood/ selera seseorang untuk melakukan suatu pekerjaan.   Malas adalah keengganan untuk melakukan sesuatu.pekerja malas, Malas itu bukan berarti tidak berbuat apa-apa, tetapi merasa bebas untuk tidal berbuat sesuatu. (Floyd Dell), merupakan suatu perasaan di mana seseorang akan enggan melakukan sesuatu karena dalam pikirannya sudah memiliki penilaian negatif atau tidak adanya keinginan untuk melakukan hal tersebut. Rasa malas sejatinya merupakan sejenis penyakit mental. Siapa pun yang dihinggapi rasa malas akan kacau kinerjanya dan ini jelas-jelas sangat merugikan. Sukses dalam karir, bisnis, dan kehidupan umumnya tidak pernah datang pada orang yang malas. Rasa malas juga menggambarkan hilangnya motivasi seseorang untuk melakukan pekerjaan atau apa yang sesungguhnya dia inginkan.   Menurut (Edy Zaqeus: 2008) Rasa malas diartikan sebagai keengganan seseorang untuk melakukan sesuatu yang seharusnya atau sebaiknya dia lakukan. Masuk dalam keluarga besar rasa malas adalah menolak tugas, tidak disiplin, tidak tekun, rasa sungkan, suka menunda sesuatu, mengalihkan diri dari kewajiban,dll. Pendapat lain menyebutkan bahwa malas juga merupakan salah satu bentuk perilaku negatif yang merugikan. Pasalnya pengaruh malas ini cukup besar terhadap produktivitas.   Karena malas, seseorang seringkali tidak produktif bahkan mengalami stag. Badan terasa lesu, semangat dan gairah menurun, ide pun tak mengalir. Akibatnya tidak ada kekuatan apapun yang membuat Anda bisa bekerja. Kalau dibiarkan saja, penyakit malas ini akan semakin ‘kronis’. Pada era globalisasi, perilaku malas sangat merugikan. Sebab, pada era ini berlaku nilai siapa yang mampu dan produktif, dialah yang akan berhasil. Tapi tentu saja, perilaku ini bukanlah kartu mati yang tidak bisa diubah.   Menurut pakar psikologi, seseorang berperilaku malas terhadap pekerjaan atau suatu kegiatan disebabkan karena dia tidak memiliki motivasi yang kuat setiap kali mengerjakan sesuatu. Oleh karena itu perlu adanya kiat atau cara mengatasi penyakit malas ini.   Seorang yang malas bekerja, motivasinya terhadap pekerjaan tersebut sangat rendah. Sikapnya terhadap pekerjaan itu cenderung negatif akibat persepsi yang diberikannya terhadap pekerjaan itu kurang baik. Ini lantaran sistem nilai yang ada dalam dirinya membuat dia berperilaku malas untuk melakukan pekerjaan itu. Sementara terhadap pekerjaan lainnya mungkin tidak begitu. Jadi, perilaku malas merupakan hasil suatu bentukan.   Artinya, perilaku itu bisa dibentuk kembali menjadi baik atau tidak malas. Pembentukan kembali perilaku seseorang tadi sebetulnya sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya, bisa orang tua, teman, atau orang lain di sekitarnya. So, dalam mengubah perilaku seseorang, yang paling mendasar adalah mengubah persepsinya.   Untuk itu, perlu mempelajari dan mengambil sistem nilai yang bisa mengubah persepsinya atau memberikan sistem nilai lain yang baru baginya.   Menurut Dollard & Miller, psikolog asal AS, perilaku manusia terbentuk karena faktor ‘kebiasaan’. Jika seseorang terbiasa bersikap rajin dan bersemangat maka ia akan selalu rajin dan bersemangat, begitu juga sebaliknya. Sehingga jika Anda tergolong pemalas, jalan untuk merubahnya adalah dengan membiasakan diri untuk melawan sikap malas. Dollard & Miller menambahkan, ‘teori belajar’ juga cocok untuk merubah sikap malas.   Belajar disini dijabarkan ‘memberikan stimulus (rangsangan) agar terbentuk respons sehingga menimbulkan drive atau dorongan untuk berperilaku. Dan kalau berhasil, Anda akan mendapatkan reward atau imbalan. Rasa malas jelas merugikan. Obat mujarabnya adalah menumbuhkan kebiasaan disiplin diri dan menjaga kebiasaan positif tersebut. Sekalipun seseorang memiliki cita-cita atau impian yang besar, jika kemalasannya mudah muncul, maka cita-cita atau impian besar itu akan tetap tinggal di alam impian. Jadi, kalau Anda ingin sukses, jangan mempermudah munculnya rasa malas.   Apa sih faktor yang menyebabkan malas?   1. Kurang olah raga   Mengapa kurang olah raga dapat menimbulkan rasa malas? Hmm.. Tepat sekali! Pasalnya jarang berolah raga menyebabkan tubuh menjadi tidak bergairah dan otot pun kendor karena kurang bergerak. Selain itu peredaran darah tidak selancar orang yang rajin berolah raga. Kondisi seperti ini menyebabkan mood untuk beraktivitas menurun.   2. Kurang motivasi   Pernahkah Anda melihat orang yang sangat bersemangat dan begitu rajin dalam bekerja? Kalau kita tanyakan kepada mereka, mengapa semangat dan rajin dalam bekerja pastilah akan kita dapati jawaban berupa motivasi kuat yang mendasarinya. Berbekal motivasi itulah otak mampu memerintahkan tubuh untuk rajin beraktivitas. Sedangkan orang yang motivasinya kurang kuat dalam beraktivitas atau tidak memiliki cita-cita yang jelas cenderung mudah dihinggapi rasa malas ketika menemui sedikit saja rintangan yang menghadang.   3. Kurang nutrisi   Tubuh yang kurang asupan gizi atau nutrisi menjadi ringkih dan mudah lelah. Misalnya, ketika sedikit melakukan pekerjaan saja tubuh sudah kelelahan, alhasil pekerjaan menumpuk di depan mata. Malas pun bisa muncul ketika melihat begitu banyak pekerjaan yang harus diselesaikan sementara tubuh kita terasa tidak mampu untuk segera menuntaskan pekerjaan-pekerjaan itu.   4. Suka menunda-nunda pekerjaan   Ketika ada waktu luang untuk menuntaskan berbagai pekerjaan yang mengantri namun justru kita gunakan untuk bersantai-santai maka waktu yang tersedia pun kian menipis. Ketika deadline (batas waktu selesainya pekerjaan) telah tiba akan kita dapati bahwa ternyata kita belum berbuat apa-apa. Akhirnya kita menjadi kelimpungan sendiri. Dampaknya mungkin dua hal, bisa jadi kita segera menuntaskannya dengan sisa-sisa waktu yang ada, namun bisa jadi kita justru menjadi sangat malas untuk merampungkannya, atau dengan kata lain sangat molor.   5. Berada di lingkungan orang-orang yang malas   Ketika kita dikelilingi oleh orang-orang yang malas, secara sadar atau tidak, kita akan tertular dan terjangkiti rasa malas, cepat atau perlahan. Kondisi ini dikhawatirkan memicu munculnya pikiran ‘orang lain saja tidak melakukannya, mengapa saya harus melakukannya?’.   6. Sering begadang tanpa tujuan yang jelas   Begadang atau terjaga hingga larut malam (dini hari) tanpa tujuan yang jelas seperti nonton TV, mengobrol kesana kemari, facebook-an, chatting, main kartu, dan sebagainya membuat kita susah untuk bangun pagi. Ketika kita tidak bisa bangun pagi (kesiangan) maka rasa malas pun berpotensi besar untuk menghinggapi pikiran kita.   7. Suka meremehkan pekerjaan   Menggampangkan suatu pekerjaan atau meremehkan orang lain akan membuat kita terlena. Setelah terlena kita menjadi tidak serius dalam mengerjakan suatu hal, akibatnya malas-malasan akan menimpa diri kita.   Caranya mengatasi malas gimana ya?   1. Membuat Tujuan   Orang yang malas biasanya tidak memiliki motivasi untuk berkembang ke arah kehidupan yang lebih baik. Sementara orang yang tidak memiliki motivasi biasanya tidak memiliki tujuan-tujuan hidup yang pantas dan layak untuk diraih. Dan orang yang tidak memiliki tujuan-tujuan hidup, biasanya sangat jarang bahkan mungkin tidak pernah menuliskan resolusi atau komitmen-komitmen pencapaian hidup.   Di sinilah pangkal persoalannya. Tanpa tujuan, resolusi, atau komitmen-komitmen pencapaian hidup, maka seseorang hanya bergerak secara naluriah dan sangat rentan diombang-ambingkan situasi di sekelilingnya. Posisi seperti ini membuatnya menjadi pasif, menunggu, tergantung pada situasi, dan cenderung menyerah pada nasib. Dalam keadaan seperti ini, tidak akan ada motivasi untuk meraih atau mencapai sesuatu. Tidak adanya sumber-sumber motivasi hidup menyebabkan kemalasan.   Supaya motivasi muncul, seseorang harus berani memutuskan tujuan-tujuan hidupnya. Menurut Andrias Harefa dalam bukunya Agenda Refleksi dan Tindakan Untuk Hidup Yang Lebih Baik (GPU, 2004), dia harus membuat komitmen atas apa saja yang ingin diselesaikan, dicapai, dimiliki, dilakukan, dan dinikmati (disingkat secamilanik). Contoh komitmen; “pada ulang tahun yang ke …. saya sudah harus menyelesaikan buku yang saya tulis, meraih promosi pekerjaan, mencapai gelar S-3, memiliki rumah dan mobil, melakukan sejumlah kunjungan ke mancanegara, dan menikmati kebahagiaan bersama keluarga.”   2. Mengasah Kemampuan   Orang yang memiliki tujuan-tujuan hidup yang pasti, membuat resolusi dan komitmen-komitmen pencapaian biasanya memiliki motivasi tinggi. Tetapi tujuan yang samar-samar jelas tidak memberikan dampak motivasional yang signifikan. Nah, akan lebih baik lagi jika tujuan-tujuan dilengkapi dengan aktivitas-aktivitas pembelajaran, seperti mencari cara-cara yang efisien dan efektif untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Kita juga perlu sekali mengasah kemampuan atau ketrampilan-ketrampilan supaya langkah-langkah yang diambil itu akan membawa kita pada pencapaian tujuan secara efektif dan efisien.   Contoh; jika pada tahun yang sudah ditargetkan kita ingin menjadi konsultan, maka sejak sekarang aktivitas-aktivitas kita sudah harus difokuskan ke arah tujuan tersebut. Kita harus terus mengasah kemampuan mendiagnosa masalah, menemukan penyebab, menganalisis, mengkomunikasikan gagasan, menawarkan solusi, dan memperbaiki kemampuan presentasi.   Jika aktivitas-aktivitas pembelajaran itu dilakukan secara konsisten dan dengan komitmen sepenuhnya, maka kita telah berada di jalur yang benar. Aktivitas-aktivitas pembelajaran akan menempatkan kita pada posisi dan lingkungan yang dinamis. Kemampuan kita dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah juga akan meningkat. Dengan sendirinya ini akan semakin memperkuat rasa percaya diri kita, menebalkan komitmen pencapaian tujuan, dan tentu saja menumbuhkan semangat.   Sebaliknya, jika kita sama sekali menolak aktivitas-aktivitas pembelajaran, komitmen akan semakin melemah, semangat turun, dan kemalasan akan datang dengan cepat. Pada titik ini, tujuan-tujuan, resolusi atau komitmen yang sudah kita buat sudah tidak memiliki arti lagi. Sayang sekali.   3. Pergaulan Dinamis   Para pemenang berkumpul dengan sesama pemenang, sementara para pecundang cenderung berkumpul dengan sesama pecundang. Ungkapan tersebut mengandung kebenaran. Sulit sekali bagi seorang pemalas untuk hidup di lingkungan para pemenang. Sulit bagi orang malas untuk berada secara nyaman di tengah-tengah orang yang sangat optimis, sibuk, giat bekerja, dan bersemangat mengejar prestasi. Demikian sebaliknya. Sulit sekali bagi para high achiever untuk betah berlama-lama dengan para orang malas dan pesimistik.   Situasi atau lingkungan di mana kita berada sungguh ada pengaruhnya. Orang yang mulai dihinggapi rasa malas sangat dianjurkan agar menjauhi mereka yang juga mulai diserang kebosanan, putus asa, rasa enggan, apalagi negative thinking. Sepintas, berkeluh kesah dengan mereka dengan orang-orang seperti itu dapat melegakan hati. Ada semacam rasa pelepasan dari belenggu psikologis. Walau demikian, dalam situasi malas sedang menyerang, mendekati orang-orang yang sedang down sama sekali tidak menolong satu sama lain. Rasa malas dan kebuntuan justru bisa tambah menjadi-jadi. Ini bisa menjerumuskan masing-masing pihak pada pesimisme, keputusasaan, dan kemalasan total.   Jika rasa malas mulai menyerbu kita, jangan berlama-lama duduk berdiam diri. Cara paling ampuh menghilangkan kemalasan adalah bangkit berdiri dan menghampiri orang-orang yang sedang tekun dan bersemangat melakukan sesuatu. Dekati mereka yang sedang bekerja keras untuk meraih impian-impiannya. Manusia-manusia optimis, self-motivated, punya ambisi, positive thinking, dan memiliki tujuan hidup pasti, umumnya memancarkan aura positif kepada apa pun dan siapa pun di sekelilingnya. Pancaran optimisme dan semangat itulah yang bisa menginspirasi orang lain, bahkan menularkan semangat yang sama sehingga orang lain jadi ikut tergerak.   4. Disiplin Diri   Ada sebuah ungkapan yang sangat dalam maknanya dari Andrie Wongso, Motivator No.1 Indonesia, yang bunyinya; “Jika kita lunak di dalam, maka dunia luar akan keras kepada kita. Tapi jika kita keras di dalam, maka dunia luar akan lunak kepada kita”. Kata-kata mutiara yang luar biasa ini menegaskan, bahwa jika kita mau bersikap keras pada diri sendiri, dalam arti menempa rasa disiplin dalam berbagai hal, maka banyak hal akan bisa kita kerjakan dengan baik. Sikap keras pada diri sendiri atau disiplin itulah yang umumnya membawa kesuksesan bagi karir para olahragawan dan pekerja profesional yang memang menuntut sikap disiplin dalam banyak hal. Bayangkan, bagaimana seorang atlet bisa menjadi juara jika dia tidak disiplin berlatih? Bagaimana mungkin ada pekerja profesional yang bagus karirnya jika dia sering mangkir atau bolos kerja?   Sebaliknya, jika kita terlalu lunak atau memanjakan diri sendiri, memelihara kemalasan, mentolerir kinerja buruk, tidak merasa bersalah jika lalai atau gagal dalam tugas, maka dunia luar akan sangat tidak bersahabat. Olahragawan yang manja pasti tidak akan pernah jadi juara. Seorang sales yang malas tidak akan pernah besar penjualannya. Seorang konsultan yang menolerir kinerja buruk pasti ditinggalkan kliennya. Dan pekerja yang tidak disiplin pasti mudah jadi sasaran PHK. Jika kita lunak pada diri sendiri, maka dunia akan keras pada kita.   Rasa malas jelas merugikan. Obat mujarabnya adalah menumbuhkan kebiasaan mendisiplinkan diri dan menjaga kebiasaan positif tersebut.   Sekalipun seseorang memiliki cita-cita atau impian yang besar, jika kemalasannya mudah muncul, maka cita-cita atau impian besar itu akan tetap tinggal di alam impian. Jadi, kalau Anda ingin sukses, jangan mempermudah munculnya rasa malas.   Sumber: http://kampuspanda.wordpress.com/2011/02/21/definisi-malas-dan-rajin/ http://www.syaarar.com/index.php?module=content&id=921 http://dwi-jo.blogspot.com/2011/03/pengertian-malas.html http://www.senyumkita.com/senyum-inspirasi/tips-mengatasi-rasa-malas/#.T38gqJk_89I http://belajarpsikologi.com/cara-mengatasi-penyakit-malas/ http://isal.wordpress.com/2007/10/08/rasa-malas-dan-cara-mengatasinya/ […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 27 other followers

%d bloggers like this: