isal's Blog v2.0

Silent is GOLD, but Action is DIAMOND. Just DO IT!

StopPress: GFI Stops GFI Backup Product Line

leave a comment »

I’ve been using GFI Backup since last year and it is no use because there’s always error in Apache module.. And today my prediction is happened… :(

———————-
From: GFI [mailto:info at gfi dot com]
Sent: Friday, January 20, 2012 5:31 AM
To: Me
Subject: GFI Software: Critical GFI Backup Announcement
————————

Important! Critical announcement about GFI BackUp

GFI SOFTWARE
CRITICAL ANNOUNCEMENT!

PRODUCT:
GFI BackUp™ – commercial editions

ANNOUNCEMENT:
Support for the commercial editions of GFI BackUp to stop on
January 1, 2013

REFERENCE:
End-of-Life statement

CRITICAL DATE:
December 31, 2012

Dear GFI BackUp customer,

GFI Software is discontinuing all commercial editions of GFI BackUp.

Throughout 2012:
GFI will continue to provide support to all GFI BackUp customers who hold a valid maintenance agreement, and will continue to provide fixes and patches as appropriate.

GFI will no longer renew any current GFI BackUp maintenance agreements; the product is no longer being sold, effective January 1, 2012.

As of January 1, 2013:
As of this date, GFI will no longer support, develop or sustain the GFI BackUp product line. GFI will not develop or change any code related to GFI BackUp for support or any other purposes.

The freeware version of GFI BackUp will continue to be provided as is.

For more information:
Please read the GFI BackUp End-of-Life statement and our End-of-Life policy.

If you have any questions, please call your local GFI Technical Support office and one of our representatives will respond to your question, or direct your issue to someone who can.

Thank you for your cooperation in this product support transition.

Written by isal

20 January 2012 at 09:38

Satu Lagi Rintihan Anak-anak Korban BB Ortu

with one comment

Written by isal

17 January 2012 at 13:07

Posko pengaduan jalan rusak Dinas PU DKI

with one comment

Dapat info dari tweeter @lewatmana. So jika Anda di jalan menemukan jalan rusak dan sangat membahayakan. Segera lapor ke nomor telepon di bawah ini:

@JakartaGoID: Info Posko Pengaduan Jalan Rusak DPU Pemprov DKI Jakarta: 021-3844444. (via @estinu1278)

Written by isal

13 January 2012 at 19:29

Potret Buruk Islam – Sepuluh Tesis Anti Kebencian

with one comment

Seorang politikus dari partai CDU (Kristen-Demokrat) yang pernah 18 tahun duduk di parlemen Jerman, Jürgen Todenhöfer, telah membaca Quran.
Setelah membaca, mengamati dan berpikir, Todenhöfer menulis. Hasilnya: sebuah buku “Feinbild Islam – Zehn Thesen gegen Hass” (Potret Buruk Islam – Sepuluh Tesis Anti Kebencian”), yang terbit di akhir tahun 2011. Berikut ringkasannya:

1. Barat Lebih “Brutal“ dari Dunia Islam

Todenhöfer, dalam tesis pertama, mengingatkan fakta sejarah yang sering terlupa di dua abad terakhir. Barat jauh lebih brutal daripada dunia Muslim. Jutaan warga sipil Arab tewas sejak kolonialisme dimulai. Atas nama kolonialisasi, Prancis pernah membunuh lebih dari dua juta penduduk sipil di Aljazair, dalam kurun waktu 130 tahun. Atas nama kolonialisasi, Italia pernah menggunakan phosphor dan gas mustard untuk menghabisi penduduk sipil di Libya. Atas nama kolonialisasi, Spanyol juga pernah menggunakan senajata kimia di Marokko.

Tidak berbeda di era setelah perang dunia kedua. Dalam invansi perang Teluk kedua, semenjak tahun 2003, UNICEF menyebutkan, 1,5 juta penduduk sipil Irak terbunuh. Sepertiganya anak-anak. Tidak sedikit dari korban terkontaminasi amunisi uranium. Di Baghdad, hampir setiap rumah kehilangan satu anggota keluarganya.

Sebaliknya, di dua abad terakhir, tidak satu pun negara islam menyerang, mengintervensi, mengkolonialisasi Barat. Perbandingan jumlah korban mati (dunia Islam: dunia Barat) adalah 10:1. Problema besar dunia, di dua abad belakangan ini, bukan kebrutalan Islam, tapi kebrutalan beberapa negara-negara Barat.

2. Mempromosikan Anti-Terorisme, Melahirkan Terorisme

Terorisme jelas tidak dibenarkan. Menilik secara objektiv, terorisme justru lahir dari politik anti-terorisme Barat yang keliru. “Seorang pemuda muslim,” tulis Todenhöfer, “yang secara rutin memantau berita di televisi, hari demi hari, tahun demi tahun, akan situasi di Irak, Afghanistan, Pakistan, Palestina dan di tempat lain, di mana perempuan, anak-anak dan penduduk sipil, dihabisi oleh Barat dengan brutal, justru diprovokasi untuk menjadi seorang teroris.”

Beruntung saja, sebagian besar pemuda islam tidak terpancing. Mereka memilih jalan yang berbeda. Di Tunisia, Mesir, Libya, Marokko, dan negara-negara muslim lainnya, mereka menjawab ketidak-adilan yang menimpa mereka melalui jalan demokrasi dan teriakan kebebasan, bukan teror dan kekerasan.

Read the rest of this entry »

Arisan RT

with 2 comments

Nikmatnya mempunyai tetangga yang baik-baik dan tak segan membantu.

Tiap bulan ada arisan RT dan pengumpulan dana abadi warga just in case ada yang sakit, butuh masuk rumah sakit dan ada yang meninggal.

Sabda nabi: “Barangsiapa yg beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berbuat baik terhadap tetangganya..” (HR Bukhari-Muslim)

Further reading: http://m.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-digest/11/05/13/ll4yop-hidup-bertetangga-ala-rasulullah

Written by isal

7 January 2012 at 22:37

Posted in Indonesiana

Tagged with , ,

Dipindang di KRL Ekonomi

leave a comment »

Suasana penuh sesak dan saling berimpit di dalam KRL Ekonomi. Not recommended for women! Leaked of sexual abuses.

Waktu : 4 Jan 2012 pukul 18:24
Kereta : KRL Ekonomi Tanah Abang menuju Serpong

Written by isal

4 January 2012 at 18:44

Jalan berlubang bikin celaka orang

leave a comment »

Jalan berlubang di depan rumah sakit medistra. Pemotor banyak yang jatuh gara-gara lubang tersebut. Salah siapa?

Written by isal

24 December 2011 at 12:41

Posted in Uncategorized

Pelajaran dari keikhlasan…

leave a comment »

Cuaca hari ini sangat sangat panas. Mbah sarno terus mengayuh sepeda tuanya menyisir jalan perumahan condong catur demi menyambung hidup. Mbah sarno sudah puluhan tahun berprofesi sebagai tukang sol sepatu keliling. Jika orang lain mungkin berfikir “mau nonton apa saya malam ini?”, mbah sarno cuma bisa berfikir “saya bisa makan atau nggak malam ini?”

Di tengah cuaca panas seperti ini pun terasa sangat sulit baginya untuk mendapatkan pelanggan. Bagi mbah sarno, setiap hari adalah hari kerja. Dimana ada peluang untuk menghasilkan rupiah, disitu dia akan terus berusaha. Hebatnya, beliau adalah orang yang sangat jujur. Meskipun miskin, tak pernah sekalipun ia mengambil hak orang lain.

Jam 11, saat tiba di depan sebuah rumah mewah di ujung gang, diapun akhirnya mendapat pelanggan pertamanya hari ini. Seorang pemuda usia 20 tahunan, terlihat sangat terburu-buru.

Ketika mbah sarno menampal sepatunya yang bolong,ia terus menerus melihat jam. Karena pekerjaan ini sudah digelutinya bertahun-tahun, dalam waktu singkat pun ia berhasil menyelesaikan pekerjaannya.

“wah cepat sekali. Berapa pak?”
“5000 rupiah mas”
sang pemuda pun mengeluarkan uang seratus ribuan dari dompetnya. Mbah sarno jelas kaget dan tentu ia tidak punya uang kembalian sama sekali apalagi sang pemuda ini adalah pelanggan pertamanya hari ini.

“wah mas gak ada uang pas ya?”
“nggak ada pak, uang sy tinggal selembar ini, belum dipecah pak”
‎​“maaf mas, saya nggak punya uang kembalian”
“waduh repot juga kalo gitu. Ya sudah saya cari dulu sebentar pak ke warung depan”

“udah mas nggak usah repot-repot. Mas bawa dulu saja. Saya perhatikan mas lagi buru-buru. Lain waktu saja mas kalau kita ketemu lagi.”
“oh syukurlah kalo gitu. Ya sudah makasih ya pak.”

Jam demi jam berlalu dan tampaknya ini hari yang tidak menguntungkan bagi mbah sarno. Dia cuma mendapatkan 1 pelanggan dan itupun belum membayar. Ia terus menanamkan dalam hatinya, “ikhlas. Insya allah akan dapat gantinya.”

ketika waktu menunjukkan pukul 3 lebih ia pun menyempatkan diri shalat ashar di masjid depan lapangan bola sekolah. Selesai shalat ia berdoa.
“ya allah, izinkan aku mencicipi secuil rezekimu hari ini. Hari ini aku akan terus berusaha, selebihnya adalah kehendakmu.”

selesai berdoa panjang, ia pun bangkit untuk melanjutkan pekerjaannya.

Ketika ia akan menuju sepedanya, ia kaget karena pemuda yang tadi siang menjadi pelanggannya telah menunggu di samping sepedanya.
“wah kebetulan kita ketemu disini, pak. Ini bayaran yang tadi siang pak.”

kali ini pemuda tadi tetap mengeluarkan uang seratusribuan. Tidak hanya selembar, tapi 5 lembar.
“loh loh mas? Ini mas belum mecahin uang ya? Maaf mas saya masih belum punya kembalian. Ini juga kok 5lembar mas. Ini nggak salah ngambil mas?”

“sudah pak, terima saja. Kembaliannya, sudah saya terima tadi, pak. Hari ini saya tes wawancara. Telat 5 menit saja saya sudah gagal pak. Untung bapak membiarkan saya pergi dulu. Insya allah minggu depan saya berangkat ke prancis pak. Saya mohon doanya pak”

“tapi ini terlalu banyak mas”
“saya bayar sol sepatu cuma rp 5000 pak. Sisanya untuk membayar kesuksesan saya hari ini dan keikhlasan bapak hari ini.”
tuhan punya cara tersendiri dalam mnolong hamba-hambanya yang mau berusaha dalam kesulitannya. Dan kita tidak akan pernah tahu kapan pertolongan itu tiba.

Keikhlasan akan dibalas dengan keindahan.

Written by isal

12 December 2011 at 12:30

Manajemen Stress

leave a comment »

Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress Steven Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya: "Seberapa berat menurut anda kira-kira segelas air ini?"
Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr.

"Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama anda memegangnya. " kata Covey.
"Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat."

"Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya." lanjut Covey.

"Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi".
Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi. Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan beban pekerjaan. Jangan bawa pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok. Apapun beban yang ada di pundak anda hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa..

Raih bahagia setiap hari dgn bebas stress..

Written by isal

6 December 2011 at 12:21

Posted in Power

Tagged with , , , , , ,

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.